Semuanya jadi
terasa semakin serius, entah itu esok hari atau esoknya lagi atau esoknya lagi.
Segala hal yang harusnya menjadi sesuatu yang selalu ku acuhkan dan abaikan mau
tak mau sekarang harus benar-benar ku hadapi. Mulai dari finansial, kesehatan, kehidupan
sosial, bahkan asmara. Semua seolah saling berkelindan.
Umur menjadi
faktor penentu tapi mainstream masyarakat sekitar jadi pemantiknya. Anggapan bahwa
umur segini memaksa kita menjadi dewasa dan “tua” meski ku tepis jauh tapi
realita tetaplah realita. Tak bisa lagi aku hidup di angan-angan utopis tentang
impian kehidupan bebasku. Sungguh ini sangat menjengkelkan.
Sekarang semua
tinggal bergantung pada tekad, karena memang aku dan fikiranku adalah tipe
orang yang melakukan segala hal secukupnya. Tidak ada api membara yang lama
memanggang niatku. Akibatnya semua terasa setengah-setengah. Sekarang semua hal
menuntutku untuk menjadi sepenuh hati, sulit, tapi mau tak mau harus ku coba. (12 Januari 2019)
Comments
Post a Comment